Selasa, 18 September 2012

Bau Kotoran Ayam, Bisa Dihindari

Bagi peternak ayam, masalah bau kotoran ayam menjadi pobia tersendiri. Bau kotoran ayam yang sangat menyengat memang akan mengganggu lingkungan.

Walau lokasi kandang ayam sudah dipilih di tempat yang jauh dari pemukiman, namun kenyataannya masih saja mendapat reaksi dari masyarakat sekitar.

Masyarakat sekitar kandang ayam merasa terganggu, merasa terusik dengan bau kotoran ayam yang dibawa tiupan angin, hingga menusuk dalam pemukiman.

Apalagi masih ada kandang ayam yang berdekatan dengan sekolah. Sehingga siswa-guru dan masyarakat sekitar merasa risih dengan bau yang mengusik indra penciuman itu.

Berkali kali terjadi protes, dari pihak yang merasa terganggu kepada pemilik kandang, kemudian dilaporkan ke aparat kelurahan, bahkan ada yang sampai komplain ke Dinas terkait. Tidak cukup sampai disitu, ada juga yang membawa masalah bau itu sampai ke DPRD setempat.

Peternak pun ngotot mempertahankan diri, tetap beraktifitas walau selalu mendapat protes warga  sekitar. Alasan peternak karena ternak ayam adalah satu-satunya sumber penghasilan baginya. Kalau dihentikan jelas dia merasa keberatan. Peternak juga merasa sudah sejak lama melakukan usaha itu, jauh sebelum hunian penduduk yang semakin padat.

Hal ini mesti ada solusi, solusi dari kedua sisi. Peternak tetap jalan mencari sumber penghasilan, masyarakat sekitar tetap tenang, nyaman, tidak terganggu bau kotoran ternak.

Saya mencoba membuktikan solusi itu. Saya memelihara 35 ekor ayam brolier (yang katanya kotorannya menimbulkan bau tidak sedap).

Memang kalau minuman yang diberikan menggunakan campuran air dan obat-obat kimia, vaksin, vitamin yang dengan mudah bisa dibeli toko pertanian peternakan, maka bisa dipastikan kotorannya menimbulkan bau tidak sedap. Ayam kampung saja yang menggunakan ransum lokal kotorannya masih menimbulkan bau gak enak.

Sejak 31 Agustus 2012 saya uji coba memelihara 35 ekor ayam broiler dengan pakan starter 511 bravo sampai minggu ke dua.

Biasanya pada hari ke 5 dilakukan vaksin terhadap ayam-ayam tersebut, tapi saya tidak melakukannya.

Namun sejak hari pertama perlakukan terhadap ayam ras ini berbeda dari biasanya, vaksin tidak, vitamin tidak, obat-obatan juga tidak. Sejak pertama umur sehari diberi minuman air putih yang dicampuri starter bio organik.

Komposisi pencampuran dengan perbandingan 15 liter air dicampur dengan 1/4 tutup botol starter bio organik.

Dengan perlakuan seperti itu ternyata masalah bau kotoran bisa teratasi. Beberapa kawan yang datang di kandang ayam broiler itu mengatakan kotorannya tidak bau.

"iya ya bener nggak bau", kata tetangga yang penasaran ingin melihat secara langsung. Kemudian dia mengatakan ingin segera meniru.

Tidak hanya masalah bau yang bisa diatasi tetapi juga dengan bio starter organik juga bermanfaat untuk :
  • Menyehatkan ternak.
  • Mengurangi biaya produksi dan pemeliharaan
  • Mengurangi stress dan menambah daya tahan terhadap penyakit
  • Meningkatkan Antibodi pada ternak
  • Menyeimbangkan microorganisme dalam rumen hewan dan meningkatkan nafsu makan
  • Mempercepat pertumbuhan ternak
  • Meningkatkan kesuburan dan meningkatkan produksi daging
  • Mengurangi angka kematian pada anak Ayam
  • Mempertinggi kwalitas pada telur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar